Bupati Beltim dr. Basuri Tjahaja Purnama, M. Gz. Sp. Gk mengundang seluruh Kades di Beltim untuk berbincang-bincang seputar permasalahan di Beltim, kegiatan tersebut dikemas dalam bentuk Coffee Morning di Cafe Fega pukul 08.30 WIB, Selasa (19/4). Masalah pertama yang menjadi pembahasan Bupati adalah masalah Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR). Turut hadir dalam acara tersebut, Plt. Sekda Beltim Drs. Umar Hasan, Asisten II Kab. Beltim Evinardi, S.Sos, Staf Ahli Bupati Ir. Syaiful Bahri, M Hadin dan Drs. Kesumajaya, Kasat Pol PP Zikril, SS, dan undangan lainnya. Bupati mengingatkan kepada setiap kepala desa yang mempunyai area pertambangan supaya mendata wilayahnya yang akan diajukan sebagai WPR, “Kades mempunyai wewenang terhadap pengusulan WPR, karena Kades-lah yang mengetahui persis situasi dan kondisi di daerah kepemimpinannya”, Ungkap Basuri. Hal senada ditegaskan oleh Wakil Bupati Beltim Zarkani Mukri, ia menambahkan masalah WPR yang sedang dalam kondisi penataan, untuk itu diperlukan perhatian dan kepedulian oleh Kades terhadap masalah ini. “Kepala desa agar bisa ikut mengawasi dan mengingatkan masyarakat jika melanggar aturan dalam menambang, jangan masyarakat yang jadi korban”, Imbuh Zarkani. Selain itu rencana pembangunan lainnya diutarakan pula oleh Bupati diantaranya, rencana peternakan kambing etawa, kapal hisap di muara dengan tujuan pendalaman alur pelayaran sehingga transportasi kapal menjadi aman. Rencana membuka pelabuhan di Dendang sepanjang 500 M yg mengangkut penumpang dan barang dengan tujuan Jakarta.Masalah kafe juga tak luput dari perhatian Pemerintah, Wabup Beltim meengajak seluruh kepala desa agar menjadikan hal ini perhatian kita bersama bukan hanya urusan Bupati dan Wabup, namun perlu kesepakatan bersama untuk menuntaskan masalah sosial dengan adanya Kafe. Pada sesi dialog di penghujung acara, setidaknya 8 Orang Kepala Desa mengutarakan maslah-masalah yang ada di Desa mereka, permasalahan yang diutarakan tersebut dijawab langsung oleh Bupati. Diakhir kegiatan Bupati mengatakan akan secara kontinyu dan terjadwal melakukan coffee Morning untuk membahas masalah yang ada di Kab. Belitung Timur. Ws
Bupati Beltim dr. Basuri Tjahaja Purnama, M. Gz. Sp. Gk mengundang seluruh Kades di Beltim untuk berbincang-bincang seputar permasalahan di Beltim, kegiatan tersebut dikemas dalam bentuk Coffee Morning di Cafe Fega pukul 08.30 WIB, Selasa (19/4). Masalah pertama yang menjadi pembahasan Bupati adalah masalah Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR). Turut hadir dalam acara tersebut, Plt. Sekda Beltim Drs. Umar Hasan, Asisten II Kab. Beltim Evinardi, S.Sos, Staf Ahli Bupati Ir. Syaiful Bahri, M Hadin dan Drs. Kesumajaya, Kasat Pol PP Zikril, SS, dan undangan lainnya.
Bupati mengingatkan kepada setiap kepala desa yang mempunyai area pertambangan supaya mendata wilayahnya yang akan diajukan sebagai WPR, “Kades mempunyai wewenang terhadap pengusulan WPR, karena Kades-lah yang mengetahui persis situasi dan kondisi di daerah kepemimpinannya”, Ungkap Basuri.
Hal senada ditegaskan oleh Wakil Bupati Beltim Zarkani Mukri, ia menambahkan masalah WPR yang sedang dalam kondisi penataan, untuk itu diperlukan perhatian dan kepedulian oleh Kades terhadap masalah ini. “Kepala desa agar bisa ikut mengawasi dan mengingatkan masyarakat jika melanggar aturan dalam menambang, jangan masyarakat yang jadi korban”, Imbuh Zarkani.
Selain itu rencana pembangunan lainnya diutarakan pula oleh Bupati diantaranya, rencana peternakan kambing etawa, kapal hisap di muara dengan tujuan pendalaman alur pelayaran sehingga transportasi kapal menjadi aman. Rencana membuka pelabuhan di Dendang sepanjang 500 M yg mengangkut penumpang dan barang dengan tujuan Jakarta.Masalah kafe juga tak luput dari perhatian Pemerintah, Wabup Beltim meengajak seluruh kepala desa agar menjadikan hal ini perhatian kita bersama bukan hanya urusan Bupati dan Wabup, namun perlu kesepakatan bersama untuk menuntaskan masalah sosial dengan adanya Kafe.